Senin, 11 Oktober 2010

Manajemen Proyek dan Resiko

Manajemen Resiko


Manajemen resiko adalah proses sistematik dari perencanaan, identifikasi, analisis, pemberian respon, dan pengawasan dari resiko proyek. Manajemen resiko melibatkan proses-proses, alat-alat, dan teknik-teknik yang akan membantu manajer memaksimalkan kemungkinan dan konsekuensi dari kejadian-kejadian positif dan meminimalkan kemungkinan dan konsekuensi dari kejadian-kejadian negatif. Manajemen-resiko proyek paling efektif dilakukan pada awal dari suatu proyek dan bertanggung jawab terus menerus selama proyek berlangsung. Pengukuran resiko didasarkan pada perbedaan yang muncul antara performa yang telah direncanakan dengan performa yang sebenarnya dibandingkan terhadap indikator/ukuran performa.

Manajemen resiko meliputi 6 cara mengatur respon-respon dari setiap resiko, yaitu :

• mengenali kriteria pencegahan untuk meminimalkan resiko

• mengimplementasikan rencana-rencana yang mungkin untuk menghitung resiko

• mengurangi keraguan melalui investigasi dengan informasi yang berguna

• mengalihkan resiko ke aset yang lain

• alokasi resiko ke dalam persetujuan kontrak

• mengatur kemungkinan untuk mengalokasikan anggaran.


Untuk mengatur suatu resiko, maka yang pertama kali harus kita lakukan yaitu mendefinisikan apa yang disebut sebagai resiko. Secara umum arti resiko dikaitkan dengan kemungkinan (probabilitas) terjadinya peristiwa diluar yang diharapkan atau kejadian yang kemunculannya diduga akan menyebabkan kegagalan sistem.1 Dengan definisi ini, membuat kita merasa bahwa ada kebutuhan atau kewajiban untuk menghindari resiko terutama ketika menangani sebuah proyek. Tapi sayangnya, resiko tidak dapat dihindari sepenuhnya, melainkan hanya dapat dikurangi dampaknya. Terkadang resiko sering diabaikan begitu saja. Hal ini biasanya disebabkan oleh kurangnya kemampuan dalam mengidentifikasi. Contoh : resiko muncul sebagai akibat kurangnya pengalaman dan pengetahuan team mengenai permasalahan, team yang kurang kompak,dan ketidak efektifan dalam proses operasional. Resiko yang muncul dapat menyebabkan penurunan produktivitas pekerja,efektifitas dari penggunaan dana, keuntungan, layanan, kualitas,reputasi, brand value,dan kualitas dari pendapatan. Secara spesifik, batasan resiko suatu proyek adalah variabilitas pendapatan sebagai dampak variasi aliran kas masuk dan keluar selama sebuah proyek dilaksanakan. Sebagai ilustrasi, jika seseorang menanamkan modal dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan di masa datang, ada saatnya dimana orang tersebut akan mendapatkan keuntungan kurang dari apa yang diharapkan. Makin besar kemungkinan rendahnya keuntungan atau bahkan rugi, maka dikatakan makin besar resiko usaha. Resiko yang muncul dalam manajemen proyek berbeda dengan resiko yang timbul dalam kehidupan sehari – hari, sehingga harus dilakukan pendekatan yang lebih dalam.

Resiko dalam suatu proyek adalah suatu kondisi yang tidak pasti, dimana jika ia muncul, akan memberikan efek positif atau negatif terhadap tujuan dari suatu proyek. Suatu resiko mempunyai penyebab dan, jika muncul, akan memiliki konsekuensi. Dalam 3 batasan utama pada sebuah proyek, basis data menunjukkan elemen resiko dalam urutan frekuensi terjadinya, yaitu :

1. Resiko penjadwalan, meliputi :

Kebergantungan proyek


Penundaan kerja

Perkiraan kesalahan

Penundaan keputusan

Kelambatan kinerja hardware

2. Resiko ruang lingkup


Ruang lingkup yang terlalu luas, menjalar kemana-mana

Kerusakan pada hardware

Kerusakan pada software

Pendefinisian ruang lingkup yang tidak bagus

Kebergantungan pada perubahan (hukum dan peraturan yang senatiasa berubah)

Kegagalan penggabungan ( perubahan karena tindakan yang tidak diharapkan )

3. Resiko sumber daya


Penundaan kedatangan sumber daya yang dipasok dari luar

Kekurangan dana

Pengurangan sumber daya

Kinerja yang lambat pada sumber daya manusia

Kelangkaan keahlian


Teknik–teknik dan Metode Manajemen Resiko

Ada beberapa pendekatan dalam melakukan manajemen resiko. Salah satu di antaranya adalah UK Association for Project Management Project Risk Analysis and Management (PRAM) Guide.

Pada pendekatan PRAM, kegiatan manajemen resiko dibagi dalam dua tahap, yaitu analisa resiko dan manajemen resiko. Analisa resiko sendiri masih dibagi lagi menjadi dua, yaitu analisa resiko kualitatif dan analisa resiko kuantitatif.

Analisa kualitatif meliputi kegiatan mengidentifikasi dan mengenali faktor resiko. Kemudian dilengkapi dengan perkiraan yang menjelaskan masing-masing resiko dan dampaknya. Analisa kuantitatif membantu dalam menghilangkan keraguan yang meliputi estimasi waktu dan biaya, dan juga keraguan personal.


Link : http://www.scribd.com/

Jumat, 06 Agustus 2010

CHAPTER 4.5 Kaito Special


-->
Preparation School Festival – Class 2-2”

Pada Akhir Musim Semi, KHS melakukan festival sekolah dimana Seluruh Kelas membuat Stand untuk memperoleh uang. Semua Kelas bersaing demi menjadi yang terbaik. Selain Kelas Club – club di KHS pun ikut beraksi dalam Festival dalam membentuk Stand nya.

Pada Period Ke 2-3, semua kelas di KHS diberi waktu untuk merencanakan untuk kegiatan yang dilakukan kelasnya saat festival.

Di Kelas 2-2, yang mana kelas Kaito dan Kazunari. Ketua Kelas 2-2 adalah Yukisada Manamori dan memimpin kelas dalam menentukan kegiatan yang akan dilakukan saat festival.

Yukisada : … Jadi kelas kita akan mengadakan apa ??
Siswi 1 : Bagaimana kalau Maid Café ??
Siswa 1 : Apaan itu ?? Kita adakan Cosplay Café !!
Siswi 2 : Pasti Cewe yang kerja. Dan itu sama aja ma Maid Cafe.
Siswa 1 : Ya iyalah.
Siswa 2 : Bagaimana kalau Haunted House ??
Siswi 1 : Hmm, …
Yukisada : Kita Voting aja !! Shinji, sini Bantu saya !
Shinji : Hah ? Ya ya !

Kelas 2-2 pun melakukan Voting dengan secarik kertas dengan kegiatan yang dipilih.

Kaito : Hmm, apa yang dipilih ya ?? Aku gak mau repot !
Shinji : Kaito, cepat pilih !
Kaito : Akh, berisik kau !
Shinji : Kazu, kamu udah ??
Kazu : Saya gak ikutan !
Yukisada : Hey, Kazu-san ! Ayo Voting aja !
Kaito : Nich, Shinji ! (memberikan kertas Voting)
Kazu : Merepotkan sekali ! (Menulis sesuatu di kertas Voting)

Shinji pun kembali mengumpulkan Voting dari kelas 2-2. Setelah beberapa menit, Shinji pun ke depan kelas dan memberikan Voting ke Yukisada.

Yukisada : Baik kita akan membacakan Votingnya !
Shinji : Hmm, …
Yukisada : Yang pertama, Maid Café. Yang kedua, Maid Café.
Kaito : Maid Café ?? Hey, Mamoru ! (memanggil siswi di depannya)
Mamoru : Ha ?
Kaito : Kamu vote apa ??
Mamoru : Maid Cafe
Kaito : Sepertinya kita akan membuat Maid Cafe.

Setelah membacakan seluruh Voting, didapatkan Maid Café sebagai Kegiatan yang akan dilakukan.

Yukisada : Nah, Maid Café !!
Kaito : Hey, Ketua ! Sekarang pilih saja yang jadi pelayannya !
Yukisada : Hmm, baiklah ! Siapa yang ingin jadi pelayan ?

Kelas 2-2 menjadi sepi karena tak ada cewe yang mengangkat tangan.

Kaito : Whoa, … ^^
Shinji : Pilih aja cewe-cewe yang imut-imut !
Yukisada : Oke, kalau begitu… Teruzumi, Konoka, Asuna, Miki, Sora dan
Naoko. Dan sebaiknya kalian bikin Shift dalam Festival kali ini.

Kaito terkejut mendengar nama Naoko masuk dalam daftar menjadi Maid.
Naoko adalah cewe yang Kaito kagumi sejak kelas 1.

Yusuke : Kaito.., wajahmu memerah ^^
Kaito : Aah, … Diam kau Yusuke !!
Yukisada : Dan untuk panitianya, saya Ketua Koordinasi bersama Mamoru. Kaito, Shinji dan Kazunari sebagai bantuan dalam pembangunan. Yuma, Honnya, dan Erika sebagai Dekorator. Ada yang keberatan ??
Naoko : Ehm, kayaknya kita kurang pelayan.
Yukisada : Hmph, kalau begitu Setsuna, Yui, dan Hibino. Sebagai back up. Kalau begitu, ayo kita sukseskan Festival ini.
Semua : Ayoo !!

Saat jam makan siang.
Shinji : Kaito, Kazu, Yuma, Erika, dan Honnya. Ayo kumpul sini !
Kaito : Hey Shinji, ada apa ?
Shinji : Kita akan membahas tentang alat-alat dan bahan yang akan di pakai.
Kazu & Kaito : …
Erika : Jadi apa aja ??
Shinji : Ehm, …
Honnya : Kalau mau bikin Café sebaiknya kita siapkan Menu-nya !
Kaito : Honnya bener.
Shinji : Oke kalau gitu. Siapa yang bisa masak ??

Kaito, Kazu, Honnya, dan Erika mengangkat tangan mereka.

Shinji : Huh, Kaito dan Kazu bisa masak ??
Kaito : Ya bisa lah.
Kazu : Hmph, …
Shinji : Nah, kalau begitu Honnya dan Kaito yang akan bikin menu-nya.
Yuma : Biar saya yang bikin kostumnya !
Shinji : Oke.
Erika : Kalau begitu, aku dan Kazu akan ngurus dekorasi kelas.
Kazu : Mohon bantuannya !
Erika : Serahkan padaku ^^
Shinji : Kalau begitu, pulang sekolah kita susun perlengkapannya.

Kaito dan Honnya pun menyusun Menu yang akan di berikan oleh kelas mereka. Kazu dan Erika mendesain kelas dengan dekorasi. Sedangkan Yuma pergi ke Ruang Home Ec untuk menjahit baju Maid/Pelayan. Setelah jam pelajaran usai, Mereka pun berkumpul kembali.

Kaito : Oke, aku dan Honnya telah membuat menunya. Ini menunya !! (memberikan Daftar Menu ke Shinji)
Shinji : Apple Pie, Shortcake, Muffin, Tea, Cappucino ….
Kazu : Cake ??
Kaito : Karena kita bikin Café makanya hanya Cake-cake aja.
Honnya pun mengangguk.
Kaito : Dan yang membuat semua itu, Honnya dan Miho serta Rika.
Shinji : Tugasmu apa Kaito ??
Kaito : Saya hanya membuat Tea dan Cappucino. Dan Back Up saya, Kazu.
Erika : Oh ya, aku udah buat daftar property yang akan di pakai.
Shinji : Kalau gitu tinggal kostumnya.
Yuma pun datang ke kelas.
Yuma : Maaf, telat.
Shinji : Akh, Yuma. Bagaimana Kostumnya ??
Yuma : Sudah. Sekarang lagi di pakai oleh Naoko.

Kaito pun tersentak kaget melihat Naoko, wajahnya pun mulai memerah.

Yuma : Naoko-chan, sini !!
Naoko : Aku malu ~ (Berbicara dari balik pintu)
Yuma : Sini ! Taa-daa~ (Menarik Naoko)

Naoko dengan menggunakan pakaian Hitam dengan Apron yang dihiasi pernik-pernik berbentuk bunga di bahunya serta bando yang berenda putih. Semua orang di dalam kelas saat itu terkejut melihat kecantikan Naoko, termasuk Kaito.

Kaito : Kawaii….
Kazu : Hey, Kaito. Kau bilang apa ?
Kaito : Naoko imut sekali.
Naoko : Terima kasih, master !
Wajah Kaito pun memerah.
Yuma : Sudah sudah, ayo Naoko kita buat lagi.
Naoko : Oh, i-iya !

Naoko dan Yuma pun meninggalkan kelas.

Yusuke : Kaito-kun, …
Kaito : …
Yusuke : Naoko masih single ~ (berbisik ke Kaito)
Kaito : … (Termenung melihat Naoko)

Setelah itu pun Kelas 2-2 melanjutkan mempersiapkan kelasnya untuk Festival nanti.
Saat di kediaman Akimoto.

Ayumu : Nii-san, kelas 2-2 buat apa ??
Kaito : Maid Café
Ayumu : Whoa, nanti Be-Seven ke kelas Nii-san.
Kaito : Ya ya~
Ayumu : Nii-san nanti ke Kelas ku ya !
Kaito : Emang ngapain ??
Ayumu : Kelas aku bikin Rumah hantu.
Kaito : Ooh. Iya nanti aku datang dengan Kuma dan Yusuke.
Saitou : Nii-san, Onee-chan. Aku datang ke festival nanti !
Kaito : Nie, aku kasih tiket 3 buah.
Saitou : Makasih, Nii-san.
Kaito : Oh ya, Saitou. Kau harus hati-hati di festival nanti.
Saitou : Iya, Nii-san.

NB : Saitou, adik dari Kaito dan Ayumu yang saat ini berada di kelas 2 Kamakura Middle School.

TO BE Continued