Nama saya adalah Aldo Serena Widodo, seorang mahasiswa di bidang Komputer. Saya masuk ke jurusan Sistem Komputer karena memang saya menyukai teknologi dan berharap bisa menguasainya dan mengembangkannya di Indonesia. Maka dari itu, saya telah memiliki tujuan hidup saya dan berupaya mewujudkan mimpi saya.
Impian saya adalah membuat OS khusus untuk Indonesia, membuat Game dengan latar belakang Indonesia, dan memajukan Teknologi di Indonesia. Saat ini saya memang belum memiliki modal yang cukup untuk mencari informasi tentang OS (Operating System) yang cocok untuk rakyat Indonesia. Untuk membuat OS, saya memerlukan bantuan dari orang-orang disekitar saya untuk bantuan dalam Ilmu, Materi dan Tenaga. Maka dari itu, saat ini saya hanya memperbanyak teman dan memikirkan sumber dana nantinya.
Untuk Game, mungkin Negara Korea Selatan telah banyak mengeluarkan game-game yang terkenal di dunia maupun Indonesia. Disini saya berharap dapat membuat game dengan latar belakang sejarah Indonesia, seperti Kerajaan Majapahit, Sriwijaya, dll. Mungkin melalui game seperti itu, anak-anak akan lebih nyaman tentang Sejarah di Indonesia dan mengenal budaya di Indonesia.
Sedangkan untuk memajukan teknologi di Indonesia kita perlu melakukan pengenalan teknologi di Indonesia. Sebagian Rakyat Indonesia masih belum mengenal dengan baik Teknologi saat ini, maka dari itu saya perlu kerjasama dari Pemerintah setempat untuk memberi penyuluhan akan teknologi saat ini yang akan memudahkan pekerjaan mereka. Dimana memberi info tentang teknologi yang bagus dan juga tidak merugikan orang lain.
Mungkin banyak orang yang akan berkata, hal yang akan saya lakukan hanya buang-buang waktu saja. Namun saya bertekad untuk memajukan Indonesia agar tidak tertinggal oleh negara-negara berkembang lainnya.
Kata “Korupsi” di Indonesia sudah sering terdengar di telinga. Setiap minggu, ada saja berita tentang korupsi di Indonesia dari pemerintahan maupun swasta. Namun kita kembali mengetahui arti dari Korupsi terlebih dahulu.
Korupsi (bahasa Latin: corruptio dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok). Secara harfiah, korupsi adalah perilaku pejabat publik, baik politikus|politisi maupun pegawai negeri, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka.
Dalam arti yang luas, korupsi atau korupsi politis adalah penyalahgunaan jabatan resmi untuk keuntungan pribadi. Semua bentuk pemerintah|pemerintahan rentan korupsi dalam prakteknya. Beratnya korupsi berbeda-beda, dari yang paling ringan dalam bentuk penggunaan pengaruh dan dukungan untuk memberi dan menerima pertolongan, sampai dengan korupsi berat yang diresmikan, dan sebagainya. Titik ujung korupsi adalah kleptokrasi, yang arti harafiahnya pemerintahan oleh para pencuri, dimana pura-pura bertindak jujur pun tidak ada sama sekali.
Korupsi memberi dampak negatif ke seluruh aspek di begeri Indonesia seperti : • Demokrasi. Korupsi menunjukan tantangan serius terhadap pembangunan. Di dalam dunia politik, korupsi mempersulit demokrasi dan tata pemerintahan yang baik (good governance) dengan cara menghancurkan proses formal. Korupsi di pemilihan umum dan di badan legislatif mengurangi akuntabilitas dan perwakilan di pembentukan kebijaksanaan; korupsi di sistem pengadilan menghentikan ketertiban hukum; dan korupsi di pemerintahan publik menghasilkan ketidak-seimbangan dalam pelayanan masyarakat. Secara umum, korupsi mengkikis kemampuan institusi dari pemerintah, karena pengabaian prosedur, penyedotan sumber daya, dan pejabat diangkat atau dinaikan jabatan bukan karena prestasi. Pada saat yang bersamaan, korupsi mempersulit legitimasi pemerintahan dan nilai demokrasi seperti kepercayaan dan toleransi.
• Ekonomi
Dalam aspek ekonomi kita dapat melihatnya sendiri, dimana banyaknya kemiskinan dan pengangguran di Indonesia.
• Kesejahteraan umum negara Korupsi politis ada di banyak negara, dan memberikan ancaman besar bagi warga negaranya. Korupsi politis berarti kebijaksanaan pemerintah sering menguntungkan pemberi sogok, bukannya rakyat luas. Satu contoh lagi adalah bagaimana politikus membuat peraturan yang melindungi perusahaan besar, namun merugikan perusahaan-perusahaan kecil (SME). Politikus-politikus "pro-bisnis" ini hanya mengembalikan pertolongan kepada perusahaan besar yang memberikan sumbangan besar kepada kampanye pemilu mereka.
Pada 17 Oktober 2006, Kejaksaan Agung Republik Indonesia mulai menayangkan foto dan menyebarkan data para buronan tindak pidana korupsi yang putusan perkaranya telah berkekuatan hukum tetap. Data dan foto 14 belas koruptor tersebut direncanakan ditayangkan di televisi dan media massa dengan frekuensi seminggu sekali. Mereka adalah: 1. Sudjiono Timan - Dirut PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) 2. Eko Edi Putranto - Direksi Bank Harapan Sentosa (BHS) 3. Samadikun Hartono - Presdir Bank Modern 4. Lesmana Basuki - Kasus BLBI 5. Sherny Kojongian - Direksi BHS 6. Hendro Bambang Sumantri - Kasus BLBI 7. Eddy Djunaedi - Kasus BLBI 8. Ede Utoyo - Kasus BLBI 9. Toni Suherman - Kasus BLBI 10. Bambang Sutrisno - Wadirut Bank Surya 11. Andrian Kiki Ariawan - Direksi Bank Surya 12. Harry Mattalata alias Hariram Ramchmand Melwani - Kasus BLBI 13. Nader Taher - Dirut PT Siak Zamrud Pusako 14. Dharmono K Lawi - Kasus BLBI
Yang mendasari adanya IMK adalah karena kebutuhan manusia untuk berinteraksi dengan computer yaitu menggunakan sejumlah menu maupun teks atau juga bisa menggunakan alat bantu masukan (input) yang berupa mouse ataupun keyboard.dan juga memerlukan alat bantu keluaran (output) yang dimana data-data tersebut dapat disimpan dalam media penyimpanan yang biasa disebut memori unit.
Prinsip kerja komputer = input – proses – output.Kepada komputer diberikan data yang umumnya berupa deretan angka dan huruf. Kemudian diolah didalam komputer yang menjadi keluaran sesuai dengan kebutuhan dan keinginan manusia.
Tanpa disadari kita (manusia/user) telah berinteraksi atau berdialog dengan sebuah benda (layar monitor), yaitu dalam bentuk menekan tombol berupa tombol angka dan huruf yang ada pada keyboard atau melakukan satu sentuhan kecil pada mouse.
Yang kemudian hasil inputan ini akan berubah bentuk menjadi informasi atau data yang seperti diharapkan manusia dengan tertampilnya informasi baru tersebut pada layar monitor atau bahkan mesin pencetak (printer).
Manusia pada umumnya tidak pernah tahu apa yang terjadi pada saat data dimasukkan ke dalam kotak cpu melalui keyboard. Manusia (user) selalu terfokus pada monitor/printer sebagai keluaran.
Manusia jarang sekali menyadari proses interaksi dengan komputer. Manusia barumenyadari proses interaksi tersebut saat menemukan masalah dan tidak menemukan solusi pemecahannya. Biasanya manusia menyalahkan antarmuka yang kurang inovatif, kurang menarik, kurang komunikatif.
Interaksi bisa dikatakan dialog antara user dengan komputer. Secara umum interaksi antara Manusia dan Komputer melalui interface yang mana berupa Sistem Operasi (Layaknya Windows atau Linux).
Jadi Sistem Operasi pada computer temasuk interface antara manusia dan computer dimana membantu komunikasi antar kedua belah pihak. Zaman sekarang pun Sistem Operasi telah mempermudah manusia untuk mengoperasikan computer.
Model atau jenis interaksi, antara lain :
1. Command line interface (perintah baris tunggal) contoh : unix, linux, dos (Sistem Operasi)
2. Menu (menu datar dan menu tarik) contoh : hampir semua software menggunakan menu
3. Natural language (bahasa alami) contoh : bahasa pemrograman terstruktur (belum objek)
5. Form-fills and spreadsheets contoh : Excel, Lotus, dll
6. WIMP - Windows Icon Menu Pointer - Windows Icon Mouse Pulldown Menu
yang termasuk komponen WIMP : button, dialogue boxes, pallettes, dll
Tujuan IMK.
I. Menghasilkan sistem yang : - Bermanfaat (usable) : Sistem mudah digunakan dan dipelajari. - Aman (safe) - Efektif - Efisien - Utilitas : Sistem dapat meningkatkan efektifitas dan efisien kerjanya.
II. Mempermudah manusia dalam mengoperasikan komputer dan mendapatkan berbagai umpan balik yang ia perlukan selama ia bekerja pada sebuah sistem komputer.
Setiap pekerjaan atau seseorang akan menghadapi suatu Proyek dimana untuk menambah pendapatan atau pun melakukan tugas yang diberikan oleh atasan di pekerjaannya.
Mungkin hingga saat ini, banyak proyek yang sukses dan gagal. Dimana kegagalan diakibatkan kurangnya persiapan yang matang dalam pembuatan atau pelaksanaan proyek tersebut. Maka dari itu, sebelum pelaksanaan proyek kita perlu melakukan "Manajemen Proyek dan Resiko" yang mana mengetahui resiko dari proyek itu dan cara untuk menghadapi proyek itu.
Disini saya akan mencoba memberikan contoh Manajemen Proyek dan Resiko pada Proyek Tempat Jahit Pakaian.
Proyek Tempat Jahit Pakaian : - Peralatan yang dibutuhkan untuk membangun tempat jahit, yaitu : 1. Tempat atau Lokasi dimana belum adanya jasa penjahit. Demi kelancaran pekerjaan, sebaiknya lokasi berada di daerah Komplek/pedesaan atau pasar. 2. Mesin Jahit yang disesuaikan dengan banyaknya pekerja (penjahit). 3. Mesin Obras, Mesin untuk pemasangan kancing, Mesin Neci dan Mesin Kamkut. 4. Kain-kain yang akan dipergunakan sebagai bahan jahitan. 5. Meja untuk pemotongan pola dan kursi buat masing-masing meja yang ada (pada mesin jahit dan meja pemotongan pola jahitan) 6. Kipas Angin 7. Bahan-bahan untuk menjahit, seperti jarum, benang, gunting dan keperluan lainnya.
- Pekerja untuk menjahit, pengobras, memotong pola dan penerima pesanan dari customer.
- Modal yang diperlukan : 1. Mesin Jahit, Obras, Kamkut,Pemasangan Kancing dan Neci 2. Kain-kain untuk bahan jahitan 3. Peralatan jahit lainnya, seperti benang, jarum, dan gunting 4. Kipas Angin 5. Sebuah Meja dan Kursi buat masing meja jahit
Modal yang diperlukan adalah Rp 50.000.000,-
- Untuk Biaya Jasa : 1. Pembuatan Pakaian Rp 25.000 - Rp 40.000 2. Pengobrasan Rp 5.000 - Rp 12.000
- Masalah yang kemungkinan akan didapat : 1. Adanya kerusakan pada Mesin Jahit 2. Stock Kain habis 3. Adanya Pekerja yang izin pulang
- Cara Penyelesaian : 1. Cari Penjahit yang bisa memperbaiki alat mesin jahit untuk meringankan pengeluaran. 2. Untuk Kain lebih baik berlangganan ke Toko Kain, agar lebih efisien dalam hal produksi. 3. Apabila ada Pekerja yang izin pulang, sebaiknya mencari Pekerja sementara yang dibayar per hari.
• Secara tradisional pengertian manajemen adalah meliputi kegiatan perencanaan, pengorganisasian, penempatan orang, pengendalian dan pengarahan.
• Manajemen Proyek adalah kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan dan mengendalikan sumberdaya organisasi untuk mencapai tujuan tertentu dalam waktu tertentu dengan sumberdaya tertentu.
• Manajemen Proyek mempergunakan personil untuk ditempatkan pada tugas tertentu dalam proyek
Ciri-ciri Manajemen Proyek Mekanisme proyek dalam hubungannya dengan pengelolaan, organisasi dan sumber daya mempunyai ciri-ciri tertentu sebagai berikut :
• Memimpin organisasi proyek dan beroperasi secara independen.
• Pembawa tunggal untuk mencapai satu tujuan proyek.
• Memerlukan bermacam-macam keahlian dan sumber daya.
• Bertanggung jawab menyatukan orang-orang dari berbagai fungsi/disiplin yang bekerja.
• Memfokuskan pada ketepatan waktu dan biaya.
Macam-macam Proyek • Proyek Kapital
Proyek ini biasanya berupa pengeluaran biaya untuk pembebasan tanah, pembelian peralatan, pemasangan fasilitas dan konstruksi gedung
• Proyek Penelitian dan Pengembangan
Proyek ini bisa penemuan produk baru, temuan alat baru dll. proyek ini dapat muncul dilembaga komersial maupun pemerintah.
• Proyek yang berhubungan dengan manajemen service
Proyek ini sering uncul dalam perusahaan maupun instansi pemerintah. Proyek ini bisa berupa perancangan struktur organisasi, pembuatan sistem informasi manajemen, peningkatan produktifitas perusahaan.
Manajemen resiko adalah proses sistematik dari perencanaan, identifikasi, analisis, pemberian respon, dan pengawasan dari resiko proyek. Manajemen resiko melibatkan proses-proses, alat-alat, dan teknik-teknik yang akan membantu manajer memaksimalkan kemungkinan dan konsekuensi dari kejadian-kejadian positif dan meminimalkan kemungkinan dan konsekuensi dari kejadian-kejadian negatif. Manajemen-resiko proyek paling efektif dilakukan pada awal dari suatu proyek dan bertanggung jawab terus menerus selama proyek berlangsung. Pengukuran resiko didasarkan pada perbedaan yang muncul antara performa yang telah direncanakan dengan performa yang sebenarnya dibandingkan terhadap indikator/ukuran performa.
Manajemen resiko meliputi 6 cara mengatur respon-respon dari setiap resiko, yaitu :
• mengenali kriteria pencegahan untuk meminimalkan resiko
• mengimplementasikan rencana-rencana yang mungkin untuk menghitung resiko
• mengurangi keraguan melalui investigasi dengan informasi yang berguna
• mengalihkan resiko ke aset yang lain
• alokasi resiko ke dalam persetujuan kontrak
• mengatur kemungkinan untuk mengalokasikan anggaran.
Untuk mengatur suatu resiko, maka yang pertama kali harus kita lakukan yaitu mendefinisikan apa yang disebut sebagai resiko. Secara umum arti resiko dikaitkan dengan kemungkinan (probabilitas) terjadinya peristiwa diluar yang diharapkan atau kejadian yang kemunculannya diduga akan menyebabkan kegagalan sistem.1 Dengan definisi ini, membuat kita merasa bahwa ada kebutuhan atau kewajiban untuk menghindari resiko terutama ketika menangani sebuah proyek. Tapi sayangnya, resiko tidak dapat dihindari sepenuhnya, melainkan hanya dapat dikurangi dampaknya. Terkadang resiko sering diabaikan begitu saja. Hal ini biasanya disebabkan oleh kurangnya kemampuan dalam mengidentifikasi. Contoh : resiko muncul sebagai akibat kurangnya pengalaman dan pengetahuan team mengenai permasalahan, team yang kurang kompak,dan ketidak efektifan dalam proses operasional. Resiko yang muncul dapat menyebabkan penurunan produktivitas pekerja,efektifitas dari penggunaan dana, keuntungan, layanan, kualitas,reputasi, brand value,dan kualitas dari pendapatan. Secara spesifik, batasan resiko suatu proyek adalah variabilitas pendapatan sebagai dampak variasi aliran kas masuk dan keluar selama sebuah proyek dilaksanakan. Sebagai ilustrasi, jika seseorang menanamkan modal dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan di masa datang, ada saatnya dimana orang tersebut akan mendapatkan keuntungan kurang dari apa yang diharapkan. Makin besar kemungkinan rendahnya keuntungan atau bahkan rugi, maka dikatakan makin besar resiko usaha. Resiko yang muncul dalam manajemen proyek berbeda dengan resiko yang timbul dalam kehidupan sehari – hari, sehingga harus dilakukan pendekatan yang lebih dalam.
Resiko dalam suatu proyek adalah suatu kondisi yang tidak pasti, dimana jika ia muncul, akan memberikan efek positif atau negatif terhadap tujuan dari suatu proyek. Suatu resiko mempunyai penyebab dan, jika muncul, akan memiliki konsekuensi. Dalam 3 batasan utama pada sebuah proyek, basis data menunjukkan elemen resiko dalam urutan frekuensi terjadinya, yaitu :
1.Resiko penjadwalan, meliputi :
• Kebergantungan proyek
•Penundaan kerja
•Perkiraan kesalahan
•Penundaan keputusan
•Kelambatan kinerja hardware
2.Resiko ruang lingkup
•Ruang lingkup yang terlalu luas, menjalar kemana-mana
•Kerusakan pada hardware
•Kerusakan pada software
•Pendefinisian ruang lingkup yang tidak bagus
•Kebergantungan pada perubahan (hukum dan peraturan yang senatiasa berubah)
•Kegagalan penggabungan ( perubahan karena tindakan yang tidak diharapkan )
3.Resiko sumber daya
•Penundaan kedatangan sumber daya yang dipasok dari luar
•Kekurangan dana
•Pengurangan sumber daya
•Kinerja yang lambat pada sumber daya manusia
•Kelangkaan keahlian
Teknik–teknik dan Metode Manajemen Resiko
Ada beberapa pendekatan dalam melakukan manajemen resiko. Salah satu di antaranya adalah UK Association for Project Management Project Risk Analysis and Management (PRAM) Guide.
Pada pendekatan PRAM, kegiatan manajemen resiko dibagi dalam dua tahap, yaitu analisa resiko dan manajemen resiko. Analisa resiko sendiri masih dibagi lagi menjadi dua, yaitu analisa resiko kualitatif dan analisa resiko kuantitatif.
Analisa kualitatif meliputi kegiatan mengidentifikasi dan mengenali faktor resiko. Kemudian dilengkapi dengan perkiraan yang menjelaskan masing-masing resiko dan dampaknya. Analisa kuantitatif membantu dalam menghilangkan keraguan yang meliputi estimasi waktu dan biaya, dan juga keraguan personal.