Rabu, 23 November 2011

Tips Menghindari Pencurian Pulsa


Pada saat ini sedang ramai akan pencurian pulsa dengan bentuk Konten Musik, Gambar, Screensaver, Game, dan Aplikasi.

Saya akan memberikan beberapa Tips agar terhindar dari pencurian pulsa :

  1. Jangan terpancing dengan tawaran konten yang ditawarkan melalui handphone Anda. Teliti dulu sumber konten tersebut.
  2. Apabila Anda terlanjur mengirimkan sms atau daftar untuk konten tersebut, periksa pulsa Anda. Apabila Anda merasa tidak memerlukan konten tersebut sebaiknya langsung batalkan pendaftaran Anda.
  3. Untuk pembatalan pendaftaran yang tidak bisa dilakukan, sebaiknya hubungi Call Center kartu handphone Anda untuk meminta saran masalah Anda.
  4. Agar tidak membuang pulsa dengan percuma, alangkah lebih baik untuk Gambar, Musik, Screensaver, Game dan Aplikasi lebih baik Download sendiri dari Internet.

Pernikahan Keraton


Acara adat ini memang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Yogyakarta yang mana merupakan budaya pernikahan asli dari Indonesia. Acara Pernikahan ini melakukan beberapa propesi dari agama hingga adat.

Propesi akad nikah yang dilakukan di Masjid Panepen Kraton Yogyakarta dimana Pengantin Pria, Kanjeng Pangeran Haryo Yudanegoro melakukan ijab kabul dengan wali dari Gusti Kanjeng Ratu Bendara, Sri Sultan Hamengkubuwono X. Setelah akad nikah, dilanjutkan dengan propesi panggih di bangsal Kencono. Dalam propesi panggih, ada budaya yang dilakukan yaitu tiga lantunan gending Jawa. Lantunan gending ini terdiri dari Gending Bindri (Mengiri kedatangan pengantin pria), Gending Ladrang (Mengiringi upacara panggih dari balangan, wijik dadi, dan mencuci kaki suami), dan Gending Boyong atau Gending Puspowarno (Mengiri kacar kucur lambang penyerahan nafkah dahar walimah).

Terlihat pada Pernikahan Keraton, menggunakan adat pernikahan orang Jawa khususnya Yogyakarta. Karena adat ini merupakan budaya Bangsa Indonesia. Mungkin kalau dilihat dari acaranya yang meriah, terlihat membutuhkan biaya yang cukup besar dan perencanaan yang mantap agar acara tersebut berjalan sesuai keinginan.

Selasa, 18 Oktober 2011

SEA Games 2011


SEA Games (South East Asian Games) atau lebih dikenal sebagai Pesta Olahraga Negara-Negara Asia Tenggara yang mana pada tahun 2011 ini akan diselenggarakan di Jakarta dan Palembang, Indonesia.

Persiapan untuk acara, wisma para atlet dan lokasi acara pun telah disusun. Kurang lebih 6000 peserta dari 11 negara Asia Tenggara akan mengikuti acara ini. SEA Games akan mengadakan 44 cabang olahraga yang mana akan dibuka pada tanggal 11 November 2011 dan ditutup pada tanggal 22 November 2011. Pada SEA Games kali stadion yang akan dipergunakan adalah Stadion Gelora Sriwijaya atau Stadion Jakabaring. Sedangkan Wisma atlet akan berada tepat di depan GOR Jakabaring, Palembang.

Dalam masa persiapan pun terjadi masalah suap wisma atlet di Palembang. Hal ini mungkin akan berdampak buruk bagi nama Indonesia di kalangan Asia Tenggara. Namun dari pemerintah telah membentuk badan yang akan mengungkap kasus ini.

Saya bangga karena Indonesia menjadi tuan rumah untuk SEA Games 2011,jadi saya mohon pada panitia dan pemerintah untukmenjalankan amanat ini dengan baik agartidakmencoreng namabaikIndonesia dimana Asia Tenggara. Disini saya hanya bisa memberi dukungan kepada para Atlet Indonesia untuk dapat juara dalam SEA Games kali ini.

Masalah Parkir di Gunadarma


Tahun ini, kita tahu bahwa tempat parkir motor di  Kampus Gunadarma Margonda dan Kelapa Dua mengalami peningkatan yang drastis dalam parkir motor dibandingkan tahun yang lalu. Tahun ini banyak mahasiswa yang mengendarai motor, oleh sebab itu beberapa kampus menambah tempat untuk lahan parkir motor.

Disini saya hanya ingin memberi pendapat saya untuk mengurangi parkir motor di kampus tercinta kita.  Mungkin untuk mahasiswa yang nge-kost di dekat kampus sebaiknya berjalan kaki ke kampus, atau tidak dengan menumpang dengan teman kost agar mengirit banyaknya motor. Untuk mahasiswa/i yang tinggal dan berada dalam jalur transportasi angkutan umum sebaiknya gunakan angkutan umum tersebut. Mungkin hal ini berguna untuk teman-teman yang tinggal di daerah Pal, Lenteng Agung, Kelapa Dua, Margonda dan sekitarnya.

Mungkin itu saja opini saya dalam hal permasalah lahan parkir di Kampus Gunadarma (D, E dan G) Depok.

Kericuhan E-KTP


Setahun dan 2 tahun yang dulu telah dikabarkan bahwa penduduk daerah DKI Jakarta akan menggunakan E-KTP yang mana KTP dalam bentuk baru yakni dapat berfungsi di alat yang nantinya mendeteksi biodata pemilik KTP tersebut pada Database yang telah dibuat oleh badan-badan yang terkait. Namun hingga tahun 2011, rencana ini belum rampung juga. Ada saja alasan dari pihak pemerintah yang menyangkut masalah E-KTP.

Kendala pertama kali yang menggantung perencaan E-KTP selama setahun adalah tidak adanya perhitungan Kerugian Negara, yang mana dalam proyek perangkat keras dan lunak E-KTP. Padahal hal ini dapat teratasi dimana Pemerintah menunjuk beberapa orang untuk melaporkan proses proyek tersebut. Sedangkan untuk perangkat keras dan lunak, kita hanya perlu mencari salah satu tenaga ahli dari dalam negeri atau luar yang mana akan memberi instruksi pada teknisi dan programmer dalam mebuat perangkat keras dan lunak tersebut. Kalau saya pribadi lebih baik mencari tenaga ahli dari dalam negeri saja, agar lebih nyaman dalam komunikasi dan bangga karena pembuatannya atas usaha bangsa sendiri. Dalam masalah E-KTP diperlukan memang Database yang cukup besar untuk menyimpan data-data penduduk di Indonesia.

Kendala-kendala lain dari aspek politik, ekonomi dan lain-lain yang masih perlu dibenahi. Saya hanya membahas dari kendala dalam aspek jurusan saya.

Perseteruan KPK dan DPR


Mungkin di media telah banyak yang menceritakan tentang Perseteruan KPK dan DPR. Dimana DPR menganggap KPK berupa badan Superbody dimana KPK dapat melakukan penyadapan kepada target yang diperiksa KPK. Hal inilah yang membuat DPR meminta agar menghilangkan KPK sebagai badan di Indonesia.

Namun menurut opini saya, hal ini tidak perlu dilakukan. KPK telah banyak menahan dan mengungkap kasus-kasus korupsi di Indonesia baik pemerintahan maupun swasta. Apabila KPK dihilangkan, maka siapa lagi yang akan menumpas korupsi di Indonesia. Kita tidak tahu kalau KPK tidak ada mungkin rakyat sendiri yang akan bertindak.

Saya hanya berpendapat agar KPK tidak dihilangkan, namun apabila KPK kurang bertindak mungkin pemerintah dapat bergerak untuk mengganti anggota-anggota KPK yang memiliki iman yang kuat agar bertindak benar dalam penyelidikan dan pengungkapan.